Categories
Main

Edukasi Medion Angkat Topik Yang Sedang Hangat

Dalam ajang Indo Livestock 2017 Expo & For um di Surabaya, Jatim (17-19/5), Medion, perusahaan obat, vaksin, dan peralatan peternakan asal Bandung, mengadakan seminar tentang Avian Influenza (AI) dan obat herbal. Menurut Peter Yan, Corporate Communication and M&D Director PT Medion, tema ini dipilih lantaran kasusnya tengah banyak ditemukan di lapangan. “Seminar ini juga jadi kesempatan kita untuk bertemu dan menjawab per tanyaan peternak,” ujarnya.

Antisipasi Situasi AI Terkini

para Dalam sesi pertama, tampil Cholil, District Assistant Manager PT Medion yang memaparkan perkembangan penyakit AI di Indonesia. Ia mengatakan, sejak September 2012, muncul vir us AI clade 2.3.2 pada bebek dan ayam. Clade tersebut lebih banyak diisolasi dari kasus High Pathogenic Avian Influenza (HPAI). Kini penyakit tersebut masih mengancam dengan tingkat kematian (mortalitas) yang tinggi.

Selain HPAI, Cholil juga menjelaskan tentang Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI). Meskipun tingkat keparahan kasus HPAI lebih tinggi daripada LPAI, keduanya sama-sama mer ugikan peternak. LPAI menyebabkan penurunan produksi telur dengan mortalitas yang rendah, tetapi morbiditasnya relatif tinggi. Namun mor talitas bisa saja meningkat ketika ada infeksi sekunder lain, seper ti IB, ND, atau bakteri E.coli

Untuk mengendalikan AI, cara paling utama adalah mengombinasikan biosekuriti yang ketat dan vaksinasi homolog yang tepat. “Vaksinasi untuk broiler cukup sekali. Layer tiga kali sebelum dan dua kali saat masa produksi. Sementara breeding 4-5 kali sebelum dan tiga kali saat masa produksi,” saran Cholil.

Menunjang Produktivitas dengan Herbal

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menetapkan pelarangan atau pembatasan penggunaan antibiotik sebagai growth promotor. Medion mendukung hal ini dengan memperkenalkan produk herbal yang telah teruji.

Riana Yuliana mengatakan, Medion mengembangkan produk herbal berbahan baku ekstrak herbal terstandar yang sudah dipastikan aman, lulus quality control (QC), dan penentuan khasiatnya berdasarkan uji efektivitas dan toksisitas. “Herbal terstandar lebih pasti baik standar kualitas bahan bakunya, proses pembuatannya, maupun produk jadinya sehingga hasilnya akan selalu sama (konsisten),” urai Manager Research & Development PT Medion ini.

Medion menawarkan beberapa produk herbal dengan berbagai efektivitas. Imustim, misalnya, suplemen cair yang terbukti meningkatkan kekebalan tubuh unggas. Imunostimulan ini terbukti mampu meningkatkan titer antibodi AI dan ND.

Ammotrol efektif menurunkan kadar amonia di kandang dan berpengaruh terhadap efisiensi pakan. “Ammotrol meningkatkan permeabilitas saluran pencernaan, jadi penyerapan nutrisi meningkat sehingga produktivitas menjadi lebih baik,” beber Riana.

Selain itu ada Kumavit, herbal yang efektif meningkatkan nafsu makan dan melindungi hati. Isinya kombinasi ekstrak curcuma dan multivitamin ser ta asam amino. “Karena terbuat dari bahan alami, produk ini dapat digunakan dalam jangka waktu lama tanpa efek samping, dan dapat diberikan bersamaan dengan vitamin,” tandas Riana.

Ke depannya, Medion akan memperkenalkan Respitoran, herbal untuk mengurangi efek pascavaksinasi ILT, ND, maupun IB. Ginger tol, untuk memulihkan energi. Fithera, membantu mempercepat penyembuhan infeksi bakteri. Terakhir, Heprofit, herbal pelindung hati.