Categories
Main

Bersua Pionir Budidaya Bawang Merah di Tanggamus

Budidaya bawang merah di Kab. Tang gamus, Lampung terus berkembang. Petani yang berminat me nanam bawang merah semakin banyak. Sebanyak 12 anggota Kelompok Tani Karya Baru, Pekon (Desa) Banjaragung, Kec. Gunung Alip menanam bawang di lahan sawah seluas 5 ha. Selain di wilayah ini, petani juga membudidayakan bawang merah di Kec. Talang Padang, Gisting, Pulau Panggung, dan Sumberejo. Mu’aiyin Zen salah satu petani bawang senior di Pekon Banjaragung. Ia sudah me lakoni budidaya tanaman bernama latin Allium cepa itu sejak 2002, sebelum ada bantuan benih pemerintah. Musim tanam tahun ini ia menanam bawang di lahan se luas satu hektar dengan benih bantuan pe merintah sebanyak 8,5 kuintal. Ia merupakan petani dengan areal terluas di Kec. Gunung Alip. Petani lain hanya menanam seperempat hingga setengah ha karena keterbatasan modal membeli pupuk.

Biaya Produksi

Selain benih, ungkap Mu’aiyin, biaya terbesar budidaya bawang adalah pupuk dan sewa lahan. Harga benih bawang mencapai Rp45 ribu/kg. Biaya sewa lahan sehektar sekitar Rp13 juta per musim tanam. Sedangkan, pembelian 10 ton pupuk organik serta 1 ton pupuk kimia ZA, SP36, KCl, Phonska masing-masing butuh dana sebesar Rp50 juta dan Rp10 juta. Ia berharap pemerintah menambah ban tuan benih dan pupuk guna memperluas areal tanam bawang di Tanggamus dan kabupaten lain. “Apalagi, animo petani membudidayakan bawang sudah meningkat sehingga tidak perlu sosia lisasi. Tinggal mengalokasikan benih dan pupuk sesuai kebutuhan petani dan me nyediakan tenaga penyuluh agar panen bawang sesuai harapan pemerintah,” pintanya. Ia menyebut, di Tanggamus sudah ada li ma kecamatan lokasi penanaman bawang. Belum lagi di Kab. Pringsewu dan Kab. Lampung Tengah. Agroklimat lahan di ketiga kabupaten ini cocok untuk budidaya bawang merah. Bahkan, produksinya bisa menyamai bawang di Brebes dan Tegal, Jawa Tengah.

Hanya karena budidaya bawang merah lebih rumit daripada padi dan jagung maka kehadiran penyuluh mutlak diper lukan. Dari informasi yang diterima, kegagal an produksi di Pringsewu dan Lampung Tengah karena petani tidak disupervisi penyuluh yang mengerti selukbeluk budidaya bawang merah. Di samping itu, ia menggarisbawahi, pemerintah harus mampu menstabilkan harga bawang. Agar petani mendapat untung, harga jual bawang merah minimal Rp15 ribu/kg. Sebab dengan produksi ra-ta-rata 8 ton/ha, petani akan meng alami kerugian jika harga di bawah angka itu. Kecuali jika benih dan pupuk dibantu pemerintah.